Daftar Blog Saya

Selasa, 19 Juli 2011

Lampung, Tujuan Jalan-jalan anda

Jenuh berwisata ke kawasan Puncak, Jawa Barat atau Pantai Anyer dan Carita, Banten? Lampung bisa menjadi alternatif destinasi liburan anda. Selain dekat dari Jakarta, potensi pariwisata di ujung selatan Pulau Sumatera ini juga cukup menjanjikan. Selama ini warga Jakarta dan sekitarnya memilih Puncak, Anyer dan Carita sebagai tujuan liburan. Selain faktor kedekatan jika dibanding ke Bali atau Yogyakarta, juga paket-paket wisatanya relatif murah. Lampung bisa menjadi pilihan. Provinsi ini kaya obyek wisata. Paket unggulannya pun beragam, baik obyek fisik maupun atraksi.

Perjalanan menuju Lampung dapat dimulai dari pintu tol Slipi, Tomang, atau pintu tol Kebon Jeruk menuju Pelabuhan Merak, Banten kemudian diteruskan dengan menyeberangi Selat Sunda menuju Bakauheni. Merak bisa dicapai dalam tempo satu jam atau satu jam 15 menit. Di Merak, kapal cepat ke Bakauheni yang hanya berlayar siang hari antara pukul 06.00 atau 06.30 hingga pukul 17.00 atau 17.30 dengan lama berlayar 40-45 menit.

Bila anda membawa mobil pribadi, naik bus Jakarta-Bandar Lampung atau melakukan perjalanan malam hari, penyeberangan hanya dapat dilakukan dengan kapal feri selama sekitar dua jam. Lampung juga bisa dicapai melalui jalur udara. Beberapa maskapai penerbangan melayani, Bandara Radin Inten (Lampung) dan Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Bandar Lampung adalah kota yang strategis bagi kunjungan wisata ke berbagai obyek wisata. Kota ini bisa dicapai dalam 1,5 jam dari Bakauheni dan 30 menit dari Bandar Udara Radin Inten. Obyek wisata pantai, budaya, alam pegunungan atau wisata petualangan di hutan dan sungai, selam dan memancing, mudah dijangkau dari kota ini.

Karena obyek yang satu dan lainnya saling berdekatan, bisa dipastikan kunjungan atau perjalanan wisata anda menjadi tidak monoton, pengalaman pun menjadi lebih beragam karena banyak tempat yang bisa dilihat.

Bandar Lampung merupakan penyatuan dua kota tua, yakni Telukbetung dan Tanjungkarang. Prasarana dan sarana tersedia cukup di sini, seperti taksi, bus dalam kota dan antarkota, kereta api, taksi antarjemput antarkota provinsi, dan pusat perbelanjaan.

Di Telukbetung terdapat monumen peringatan meletusnya Gunung Krakatau di Taman Dipangga. Monumen ini berupa rambu laut seberat setengah ton yang terlempar akibat gelombang pasang tsunami setinggi 30 meter yang ditimbulkan letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Taman ini merupakan bagian lokasi kantor Residen Lampung.

Rumah-rumah tradisional atau rumah adat, kawasan hutan kota dan taman kupu-kupu bisa dilihat di sini. Di banyak tempat anda bisa dengan mudah menemukan kain tapis, yaitu kain khas Lampung yang ditenun dari benang, kapas atau serat nanas secara tradisional. Kain yang disulam dengan benang emas atau benang perak sulum usus berbagai motif.

Ingin wisata pantai? Datanglah ke bibir Pantai Teluk Lampung yang terbentang dari Kalianda di Lampung Selatan hingga Bandar Lampung. Sebuah kawasan teluk dengan pantai yang indah dan selanjutnya ke Teluk Semangka di Tanggamus.

Sumber air panas Way Belerang, Pantai Wartawan, Kalianda Resor, Laguna Helau, Merak Belantung, Pasir Putih, Tanjung Selaki, Pulau Pasir, Pantai Marina adalah kawasan wisata pantai di Teluk Lampung di wilayah Lampung Selatan.

Ada Pantai Marina dan Kalianda Resor. Pantai Marina memiliki pemandangan indah dengan batu-batu karang yang bentuknya beraneka ragam. Menurut cerita rakyat, ada batu karang yang disebut Batu Balai merupakan tempat Pangeran Cindar Bumi menerima tamu. Pantai ini terletak di Kecamatan Sidomulyo 43 kilometer dari Bandar Lampung atau 22 kilometer dari Kalianda. Fasilitas yang tersedia di sini beragam.

Kawasan wisata Kalianda Resor terletak 30 kilometer utara Bakauheni, 20 kilometer utara Kalianda, dan 45 kilometer dari Bandar Lampung. Kawasan ini menyediakan fasilitas petualangan seperti tour ke Krakatau dan pulau-pulau sekitar Teluk Lampung bagian selatan, diving di Pulau Sebuku, memancing, tempat berkemah, bungalow, jetsky, diskotek, kafetaria yang menghadap ke pantai, penyewaan sepeda, dan perahu dayung.

Obyek-obyek wisata lain adalah taman purbakala, desa adat, agrowisata, makam Kuno Pangeran Jiwa Kesuma, kawasan batu keramat, air terjun, kubu perahu, danau dan perkampungan asli yang tersebar di 10 kabupaten dan kota. Semuanya mudah dijangkau dari Bandar Lampung.

Obyek-obyek wisata itu hanyalah sebagian kecil dari kekayaan obyek wisata Lampung. Maskotnya adalah obyek wisata Kepulauan Gunung Krakatau, Taman Nasional Way Kambas dan Bukit Barisan. Tiga obyek ini sudah dikenal di seluruh dunia. Di samping obyek fisik, pariwisata Lampung juga menyajikan paket atraksi yang puncaknya adalah Festival Krakatau.

Lampung merupakan kawasan wisata alternatif yang paling diminati warga Jakarta dan daerah lain di Sumatera. Setiap akhir pekan seluruh hotel di Lampung, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang, selalu padat tamu. Tingkat hunian hotel di Lampung bisa mencapai di atas 65 persen. Sebagian terbesar tamu hotel datang dari Jakarta dan sekitarnya, seperti Serang dan sebagian kecil dari Palembang atau Bengkulu.

Sejak tahun 2002, tingkat hunian hotel mulai padat sejak Jumat malam. Tahun-tahun sebelumnya, hotel-hotel baru dipadati tamu mulai hari Sabtu. So, tidak perlu jauh-jauh memilih tempat liburan. Murah meriah, yang penting bisa sejenak melepas penat dari kesibukan anda di Jakarta. (ee)

Sabtu, 16 Juli 2011

Jalan dari kec Padang Ratu ke Pringsewu rusak parah

Poto : Agus
       
Padang Ratu Kondisi jalan raya yang melintasi Kec. Padang Ratu ke Kota Pringsewu,lampung. kini sangat memprihatinkan. Kondisi jalan yang rusak parah tersebut tampak seperti kubangan kerbau jika sehabis hujan turun. Diperparah lagi, dengan adanya ratusan kendaraan berat pengangkut pasir yang melewatinya setiap hari.
Puji (33), salah seorang tokoh kampung setempat mengatakan bahwa kondisi jalan seperti ini sudah dialaminya semenjak dari tahun 2004. “Memang pernah ada perbaikan, tapi hanya menambal lubang saja. dan sebulan kemudian kondisi jalan rusak lagi”, terangnya.
Ia juga menambahkan dengan adanya kondisi jalan seperti ini, maka yang dirugikan adalah warga sekitar, karena warga menjadi kesulitan untuk membawa barang-barang hasil buminya kekota. “Kalaupun bisa dibawa kekota, biayanya mahal mas” lanjutnya.
Lain halnya dengan Rusli (39), menurut sopir angkutan desa jurusan poncowarno-pringsewu ini, kondisi jalan yang nyaris mirip dengan kubangan menjadikan mobil angkutan miliknya cepat rusak dan memakan waktu lama untuk sampai ketempat tujuan. “Bayangkan saja mas, karena lubang bertebaran disana-sini, otomatis saya harus hati-hati dan lambat dalam mengemudi. padahal jika jalanan halus waktu yang biasa saya tempuh dari ponco ke pringsewu hanya setengah jam, tapi karena jalanan rusak bisa memakan waktu 2 jam. Selain itu setiap hampir setengah bulan sekali pasti ada saja onderdil mobil yang diganti” terangnya kepada peliput media ini.


Senada dengan yang dialami Novi (18), menurut mahasiswi yang kerap mengendarai sepeda motor untuk menuju kampusnya ini, kondisi jalan berlubang sangat merugikan dirinya serta kawan-kawannya yang lain. Karena selain harus memperlambat kendaraannya, ia juga kerap terlambat untuk sampai kekampus. “Kalau ngebut ya gak bisa mas. karena takut kecelakaan”, ungkapnya. “Seharusnya pemerintah setempat segera memperbaiki jalan ini, karena selain merugikan masyarakat jalan seperti ini juga rawan kecelakaan”, papar Novi mengakhiri percakapannya dengan LintasTiga (Ags)

Jumat, 15 Juli 2011

Wisata Lampung - Bendungan Way Rarem




Terletak di desa Pekurun Kecamatan Abung Barat atau 36 Km dari Kotabumi, atau 113 Km dari Kota Bandar Lampung. Obyek Wisata Way Rarem Memiliki luas 49,2 Ha, tinggi bendungan –59 m dan kedalaman air 32m, luas genangan 1200 ha.

Disamping untuk Obyek Wisata. Bendungan Way Rarem juga berfungsi sebagai irigasi yang dapat mengairi seluas – 22.000 ha, untuk Kecamatan Abung Timur, Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik dan Kotabumi. Terdapat beberapa spesies ikan hias air tawar khas seperti ikan Sumatera dll. Lingkungan alam dan suasana perkampungan merupakan ciri khas lokasi ini.

     Pesona alam yang di berikan melalui Obyek Wisata ini sangat menarik. Hamparan air dengan latar belakang pegunungan yang hijau menyatu bernuansa keindahan dan kesejukan hati bagi setiap pengujung. Karenanya Bendungan Way Rarem merupakan Obyek Wisata andalan bagi Kabupaten Lampung Utara. Bendungan Way Rarem menjanjikan peluang investasi di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air.





way rarem.jpg












Camat Bangunrejo Tinjau Rumah Yanto

MEKARJAYA— Rumah Yanto salah seorang warga Dusun VI RT 012 RW 006, Kampung Mekarjaya, Kecamatan Bangunrejo, Lamteng, yang terkena musibah yaitu, rumah rata dengan tanah akibat diterpa angin. Dengan kejadian tersebut, camat Bangunrejo Eko Danarto, S.IP, meninjau langsung kondisi rumah itu.

Peninjauan langsung yang juga dilakukan oleh Kapolsek Bangunrejo, AKP. Marhan Zainal, kemudian Kakam Mekarjaya, Pairin, untuk melihat lebih lanjut serta perkembangan kondisi rumah Yanto pasca robohnya pada Jumat (13/5) lalu. Apalagi, keluarga yang terkena musibah ini dari warga miskin.

Hal tersebut disampaikan Camat Bangunrejo, Eko Danarto, S.IP, kepada Radar Lamteng, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (20/5).

Menurutnya, rumah Yanto tersebut roboh, karena kondisinya sudah memprihatinkan. Sebab, sebelumnya rumah berdinding geribik, dan beralaskan tanah ini. Kayu penyangganya sudah rapuh dimakan usia. Sehingga, pada saat angin besar rumah Yanto roboh dan rata dengan tanah. Dan rapuhnya kayu penyangga, penyebab robohnya rumah Yanto.

”Dengan robohnya rumah salah seorang warga diwilayah kerja kami, membawa luka yang amat sangat dalam bagi pemiliknya. Apalagi, pemiliknya hanya sebagai buruh dan pemulung. Sehingga, musibah yang menimpanya ini menjadi tanggung jawab bagi camat dan kakam untuk meninjau dan mengusulkan bantuan ke dinas bencana alam daerah,” katanya.

Saat ini, melalui kakam setempat dengan adanya musibah dan bencana alam ini. Untuk membuat proposal atau pengajuan bantuan, ke dinas bencana alam daerah Kabupaten Lamteng. Agar mendapatkan bantuan, dan lebih meringankan beban Yanto dan keluarganya. Sehingga, bisa memiliki tempat tinggal untuk berteduh dari panas dan hujan.

Sedangkan, dengan kejadian tersebut, diperkirakan kerugian mencapai Rp30 juta. Sebab, harta benda Yanto sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Tetapi untung saja, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya rumah Yanto. Sebab, pemiliknya sedang berada diluar rumah untuk mencari barang bekas guna dijual dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

Sementara, Pairin menuturkan, memang rumah Yanto ini sudah memprihatinkan karena sudah miring. Apalagi, jika ada angin rumah mengeluarkan bunyi seperti mau roboh. Sehingga, pada Kamis lalu kayu penyangga sudah tidak kuat lagi dan akhirnya roboh rata dengan tanah.

Diharapkan, semoga dinas bencana alam bisa memberikan bantuan kepada warga kami yang terkena musibah ini. Sehingga, bisa sedikit meringankan beban. ”Sebab, bantuan dari dinas terkait sangat dinantikan oleh keluarga Yanto untuk kelangsungan hidupnya sehari-hari,” pungkasnya.(win/bil)

Senin, 11 Juli 2011

Kopi Luwak, dari Lampung Sampai Oprah Winfrey


       Kehadiran kopi luwak di Tanah Air adalah sebuah ironi. Di era cultuurstelsel atau tanam paksa, kopi luwak merupakan ”obat” pelipur lara bagi para petani yang terjajah Belanda. Namun, kini menjelma menjadi komoditas papan atas, yang harga jualnya di pasar internasional bisa mencapai Rp 32 juta per kilogram.
Tak perlu heran jika presenter ternama yang juga pengusaha, Oprah Winfrey, mengulas kenikmatan kopi yang satu ini dalam acaranya, Oprah Winfrey Show, yang ditayangkan salah satu televisi Amerika Serikat. ”Cita rasanya unik dan lezat,” demikian komentarnya, meski ia nyaris tersedak saat mengetahui cara pembuatannya.
      Awal abad ke-19, sejumlah petani di Tanah Air, khususnya di Lampung, dipaksa menanam kopi sebagai komoditas andalan. Mereka lalu diwajibkan menyetorkan semua hasil panen kepada pemerintah kolonial Belanda. Suatu ketika, mereka menemukan sebuah cara untuk menikmati kopi hasil panen tersebut.
”Caranya dengan ngelahang (mengumpulkan) kopi yang jatuh di tanah, termasuk yang berupa kotoran luwak,” kata Sukardi (34), perajin kopi luwak di Way Mengaku, Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Lampung, menceritakan sejarah panjang kemunculan kopi luwak di daerahnya.
Ratusan tahun berjalan hingga kini, kebiasaan ngelahang kopi luwak itu dilakukan segelintir petani kopi di Lampung Barat dan Sumatera Selatan. Bagi Minariah (39), petani kopi di Liwa, menikmati kopi luwak hasil ngelahang adalah sebuah kenikmatan tersendiri.
”Brangkalan (biji-biji kopi yang masih tercampur kotoran luwak) biasanya banyak ditemukan saat musim panen (kopi). Bisa di dahan, batang, atau tanah. Saya kumpulkan, digiling, lalu diminum sendiri karena memang jumlahnya tidak banyak,” papar Minariah.
Kopi luwak hutan. Demikian warga Liwa menyebut kopi luwak yang diperoleh dari alam itu. Komoditas yang satu ini memiliki rasa yang sangat unik. Aromanya sangat tajam, gurih, dan tidak terlalu asam.





Di pasaran, kopi luwak hutan dijajakan dengan rasa yang beragam, bahkan ada yang ditambah aroma tanah yang eksotis.
Kekhasan kopi luwak, antara lain, karena di dalam organ pencernaan hewan tersebut kopi mengalami fermentasi secara alamiah oleh enzim-enzim yang dihasilkan bakteri. Enzim terkait ternyata mengurangi kadar keasaman biji-biji kopi.
”Proses itu juga menurunkan kadar kafein secara tajam pada kopi. Jadi, orang yang minum kopi luwak sehari 10 gelas pun tidak masalah. Tidak merusak tubuh,” kata Sukardi setengah mempromosikan kopi luwak.
Di daerah tertentu, lanjutnya, kopi sengaja disimpan hingga tujuh tahun semata-mata untuk menurunkan kadar kafein dan keasamannya.
Pernyataan senada dikemukakan Massimo Marcone, peneliti kopi dari Universitas Guelph, Kanada, sebagaimana dipublikasikan jurnal Food Research International. ”Pencernaan luwak otomatis menurunkan kadar protein sehingga menghasilkan rasa kopi yang unik dan kaya. Kopi ini karakteristiknya lembut, terkadang berasa cokelat atau karamel. Satu dari kopi terbaik di dunia,” paparnya. Marcone memfokuskan riset kopi luwaknya di Indonesia.
Dipelihara
Seiring ketenarannya, kopi luwak yang beredar di pasaran kini tidak lagi hanya merupakan hasil pencarian di alam terbuka, seperti di kebun kopi atau hutan. Sebagian besar bahkan dihasilkan dari tempat-tempat pemeliharaan luwak.
Di Way Mengaku, Liwa, misalnya, luwak yang terkenal liar dan buas dipelihara di dalam kandang di pekarangan rumah warga. Akan tetapi, yang dipelihara itu hanya yang jenis Paradoxurus dan Arctictis.
Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) tercatat sebagai salah satu hewan yang biasa memakan buah kopi dan menghasilkan kopi terbaik. Hewan ini banyak ditemukan di perkebunan kopi dan hutan di Sumatera dan Jawa.
Luwak binturung (Arctictis binturong) menghasilkan kotoran yang lebih besar. Namun, saat ini musang ”beruang” termasuk hewan yang dilindungi.
Wahyu Anggoro (25), perajin kopi luwak di Way Mengaku, mengatakan, tak mudah memelihara hewan penghasil kopi terbaik itu. ”Tidak jarang luwak kabur setelah berhasil menggigiti penutup kandang yang terbuat dari kayu dan kawat. Berkaca dari pengalaman, kini tutup kandang umumnya dibuat dari bahan besi berdiameter 10 milimeter,” katanya.
Luwak juga tergolong hewan kanibal karena bisa saling membunuh jika ditaruh di dalam satu kandang. Karena itu, umumnya binatang tersebut ditempatkan dalam kandang berukuran sekitar 1 meter x 1,5 meter secara terpisah.
Biaya tinggi
Menurut Gunawan S (41), ketua kelompok perajin kopi luwak Raja Luwak di Pekonan, Way Mengaku, biaya operasional pemeliharaan luwak sangat tinggi, mencapai Rp 55.000 per ekor per hari. ”Seekor luwak tiap hari diberi makan buah kopi segar (yang dinilai terbaik) 5 kg, pisang minimal satu tandan, serta suplemen atau vitamin. Harga kopinya saja sudah Rp 6.000 per kg,” ujarnya.
Tidak semua buah kopi yang disajikan dimakannya. Luwak hanya memakan yang benar-benar matang dan segar.
Berbagai proses inilah yang membuat harga kopi luwak sangat mahal. Dewi Ana (33), eksportir kopi dan pemilik merek Dewi Luwak, mengatakan, harga kopi luwak di pasar internasional berkisar Rp 7 juta-Rp 32 juta per kg. ”Kopi ini tetap ada yang mencari karena langka dan prestisenya,” ujar pengusaha yang mengekspor kopi luwak asal Liwa ke Jepang, Korea, Hongkong, dan Kanada. Sebagai perbandingan, biji kopi Hacienda dari Panama dan kopi St Helena Afrika yang masuk di dalam jajaran kopi papan atas harganya masing-masing Rp 1,5 juta dan Rp 1 juta per kg.
Jadi, pantas saja jika majalah Forbes menyebut kopi luwak asal Indonesia sebagai kopi termahal di dunia. Di New York, AS, seperti yang terekam dalam sebuah tayangan berita di CNN, secangkir kopi luwak dihargai 100 dollar AS atau hampir Rp 1 juta. Wow…!

Minggu, 10 Juli 2011

PANTAI SELALAU dan PANTAI TANJUNG SETIA

 
 
Pantai Selalau sangat ideal untuk menikmati matahari terbenam. Pantai ini adalah pantai yang landai dengan pasir putih. Di sini terdapat fasilitas akomodasi dengan arsitektur tradisional yang menyatu dengan alam pantai. Pantai Selalau terletak di desa Way Redak Krui, kabupaten Lampung Barat, berjarak sekitar 37 km dari Liwa.
 
 
 
PANTAI TANJUNG SETIA
Pantai Tanjung Setia terletak di desa Tanjung Setia, kecamatan Pesisir Selatan, dan berjarak sekitar 52 km dari kota Liwa ke arah Krui. Perpaduan nuansa biru laut dan biru langit dapat kita lihat di pantai ini. Temperatur udara rata-rata di kawasan pantai ini sekitar 29°C s.d. 33°C. Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sini antara lain berenang, menyelam, piknik, mengumpulkan kerang, berselancar, berperahu dan bersepeda menyusuri pantai.

Pantai ini menghadap langsung ke Samudera Hindia dan selama bulan tertentu yaitu April dan Oktober, ketinggian ombak mencapai 2 s.d. 4 meter dengan panjang sekitar 200 m. Pada musim seperti ini banyak wisatawan mancanegara yang khusus datang untuk berselancar. Tersedia cottage yang disediakan khusus untuk para surfer. Tempat ini terletak di Krui Kabupaten Lampung Barat, dapat dijangkau dengan perjalanan darat sejauh 273 km dari Bandar Lampung.
 
 
 

Rabu, 06 Juli 2011

Taman Wisata Lembah Hijau,LAMPUNG

  

Menyambut Visit Lampung Year 2009, pariwisata Lampung terus berbenah. Taman Wisata Lembah Hijau yang jadi andalan wisata alam buatan di kota Bandar Lampung, kini semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal, nasional, juga wisatawan mancanegara (wisman) mulai melirik lantaran ada taman satwa yang jadi titik perhatiannya. Taman wisata yang berlokasi di JI. Radin Imba Kesuma Ratu, Kampung Sukajadi, Kel. Sukadanaham, Kec. Tanjung Karang Barat, Bandar lampung, kini menjadi andalan bagi wisatawan yang berkunjung ke Lampung.
Apalagi, Provinsi Lampung secara geografis memiliki posisi strategis, sebagai pintu gerbang masuk dari Pulau Jawa ke Sumatera. Juga, warga Lampung yang butuh tempat rekreasi dan hiburan bernuasa lingkungan.
Fresh and Natural, demikian motto obyek taman wisata ini yang sejalan dengan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, aman dan alami. Karena itu, menariknya taman wisata ini merupakan perpaduan sebuah Taman Rekreasi pegunungan dan area satwa yang menempati suatu area berbukit, lembah serta sebuah sungai kecil berarus deras yang membelah kawasan wisata ini.
Ditambah berbagai fasilitas penunjang wisata di Lembah Hijau yang sangat lengkap, bervariasi seperti naik kuda, onta, rute jogging, tempat santai keluarga, kano, membuat wisatawan semakin enjoy dan betah menikmati musim liburan. “Keberadaan Lembah Hijau ini menjadi destinasi alternatif di Lampung, khususnya bagi wisata keluarga yang umumnya datang dari luar daerah,” ungkap Kasi Promosi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Provinsi Lampung, Nurmansyah.
Berbagai fasilitas mulai koleksi satwa-satwa sekaligus penangkarannya, bahkan hutan lindung dan catchment area sehingga kawasan ini berkonsep cagar alam, adat, budaya, dan objek wisata, yang komposisinya 80% areal alami terbuka dan 20% bangunan.
Selain itu, Lembah Hijau hadir dengan konsep wisata terpadu. Dalam satu area ini, wisatawan bisa merasakan beragam fasilitas yang menyenangkan, edukatif, dan refreshing. Di mana, tersedia kolam renang water boom dengan tower spiral setinggi 13 meter, panjang 60 meter, dan kolam torpedo 8 meter.
Water boom ini satu-satunya dilengkapi dengan water splash. Tidak hanya itu, Taman Wisata Lembah Hijau juga dilengkapi dengan outdoor activity untuk outbond, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, serta restoran dan cottage. Juga dilengkapi taman flora dan fauna. Ini bisa dijadikan sebagai wahana pembelajaran anak dalam menggali jenis jenis satwa dan tumbuhan. Ada juga kebun herbal yang dilengkapi dengan pondok herbal.
Lembah Hijau yang seluas 30 hektar, dan baru 10 hektar yang telah dimanfaatkan akan terus berbenah dengan membangun berbagai fasilitas yang sangat dibutuhkan wisatawan. Dengan tujuan agar wisatawan tidak merasa jenuh berwisata di Lembah Hijau ini. Fasilitas tambahan yang kini sudah ada antara lain, paintball and airsoft gun area, racing games, juga rumah pohon bagi wisatawan yang ingin menginap.
 by Beguwai Jejama