Daftar Blog Saya

Senin, 11 Juli 2011

Kopi Luwak, dari Lampung Sampai Oprah Winfrey


       Kehadiran kopi luwak di Tanah Air adalah sebuah ironi. Di era cultuurstelsel atau tanam paksa, kopi luwak merupakan ”obat” pelipur lara bagi para petani yang terjajah Belanda. Namun, kini menjelma menjadi komoditas papan atas, yang harga jualnya di pasar internasional bisa mencapai Rp 32 juta per kilogram.
Tak perlu heran jika presenter ternama yang juga pengusaha, Oprah Winfrey, mengulas kenikmatan kopi yang satu ini dalam acaranya, Oprah Winfrey Show, yang ditayangkan salah satu televisi Amerika Serikat. ”Cita rasanya unik dan lezat,” demikian komentarnya, meski ia nyaris tersedak saat mengetahui cara pembuatannya.
      Awal abad ke-19, sejumlah petani di Tanah Air, khususnya di Lampung, dipaksa menanam kopi sebagai komoditas andalan. Mereka lalu diwajibkan menyetorkan semua hasil panen kepada pemerintah kolonial Belanda. Suatu ketika, mereka menemukan sebuah cara untuk menikmati kopi hasil panen tersebut.
”Caranya dengan ngelahang (mengumpulkan) kopi yang jatuh di tanah, termasuk yang berupa kotoran luwak,” kata Sukardi (34), perajin kopi luwak di Way Mengaku, Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Lampung, menceritakan sejarah panjang kemunculan kopi luwak di daerahnya.
Ratusan tahun berjalan hingga kini, kebiasaan ngelahang kopi luwak itu dilakukan segelintir petani kopi di Lampung Barat dan Sumatera Selatan. Bagi Minariah (39), petani kopi di Liwa, menikmati kopi luwak hasil ngelahang adalah sebuah kenikmatan tersendiri.
”Brangkalan (biji-biji kopi yang masih tercampur kotoran luwak) biasanya banyak ditemukan saat musim panen (kopi). Bisa di dahan, batang, atau tanah. Saya kumpulkan, digiling, lalu diminum sendiri karena memang jumlahnya tidak banyak,” papar Minariah.
Kopi luwak hutan. Demikian warga Liwa menyebut kopi luwak yang diperoleh dari alam itu. Komoditas yang satu ini memiliki rasa yang sangat unik. Aromanya sangat tajam, gurih, dan tidak terlalu asam.





Di pasaran, kopi luwak hutan dijajakan dengan rasa yang beragam, bahkan ada yang ditambah aroma tanah yang eksotis.
Kekhasan kopi luwak, antara lain, karena di dalam organ pencernaan hewan tersebut kopi mengalami fermentasi secara alamiah oleh enzim-enzim yang dihasilkan bakteri. Enzim terkait ternyata mengurangi kadar keasaman biji-biji kopi.
”Proses itu juga menurunkan kadar kafein secara tajam pada kopi. Jadi, orang yang minum kopi luwak sehari 10 gelas pun tidak masalah. Tidak merusak tubuh,” kata Sukardi setengah mempromosikan kopi luwak.
Di daerah tertentu, lanjutnya, kopi sengaja disimpan hingga tujuh tahun semata-mata untuk menurunkan kadar kafein dan keasamannya.
Pernyataan senada dikemukakan Massimo Marcone, peneliti kopi dari Universitas Guelph, Kanada, sebagaimana dipublikasikan jurnal Food Research International. ”Pencernaan luwak otomatis menurunkan kadar protein sehingga menghasilkan rasa kopi yang unik dan kaya. Kopi ini karakteristiknya lembut, terkadang berasa cokelat atau karamel. Satu dari kopi terbaik di dunia,” paparnya. Marcone memfokuskan riset kopi luwaknya di Indonesia.
Dipelihara
Seiring ketenarannya, kopi luwak yang beredar di pasaran kini tidak lagi hanya merupakan hasil pencarian di alam terbuka, seperti di kebun kopi atau hutan. Sebagian besar bahkan dihasilkan dari tempat-tempat pemeliharaan luwak.
Di Way Mengaku, Liwa, misalnya, luwak yang terkenal liar dan buas dipelihara di dalam kandang di pekarangan rumah warga. Akan tetapi, yang dipelihara itu hanya yang jenis Paradoxurus dan Arctictis.
Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) tercatat sebagai salah satu hewan yang biasa memakan buah kopi dan menghasilkan kopi terbaik. Hewan ini banyak ditemukan di perkebunan kopi dan hutan di Sumatera dan Jawa.
Luwak binturung (Arctictis binturong) menghasilkan kotoran yang lebih besar. Namun, saat ini musang ”beruang” termasuk hewan yang dilindungi.
Wahyu Anggoro (25), perajin kopi luwak di Way Mengaku, mengatakan, tak mudah memelihara hewan penghasil kopi terbaik itu. ”Tidak jarang luwak kabur setelah berhasil menggigiti penutup kandang yang terbuat dari kayu dan kawat. Berkaca dari pengalaman, kini tutup kandang umumnya dibuat dari bahan besi berdiameter 10 milimeter,” katanya.
Luwak juga tergolong hewan kanibal karena bisa saling membunuh jika ditaruh di dalam satu kandang. Karena itu, umumnya binatang tersebut ditempatkan dalam kandang berukuran sekitar 1 meter x 1,5 meter secara terpisah.
Biaya tinggi
Menurut Gunawan S (41), ketua kelompok perajin kopi luwak Raja Luwak di Pekonan, Way Mengaku, biaya operasional pemeliharaan luwak sangat tinggi, mencapai Rp 55.000 per ekor per hari. ”Seekor luwak tiap hari diberi makan buah kopi segar (yang dinilai terbaik) 5 kg, pisang minimal satu tandan, serta suplemen atau vitamin. Harga kopinya saja sudah Rp 6.000 per kg,” ujarnya.
Tidak semua buah kopi yang disajikan dimakannya. Luwak hanya memakan yang benar-benar matang dan segar.
Berbagai proses inilah yang membuat harga kopi luwak sangat mahal. Dewi Ana (33), eksportir kopi dan pemilik merek Dewi Luwak, mengatakan, harga kopi luwak di pasar internasional berkisar Rp 7 juta-Rp 32 juta per kg. ”Kopi ini tetap ada yang mencari karena langka dan prestisenya,” ujar pengusaha yang mengekspor kopi luwak asal Liwa ke Jepang, Korea, Hongkong, dan Kanada. Sebagai perbandingan, biji kopi Hacienda dari Panama dan kopi St Helena Afrika yang masuk di dalam jajaran kopi papan atas harganya masing-masing Rp 1,5 juta dan Rp 1 juta per kg.
Jadi, pantas saja jika majalah Forbes menyebut kopi luwak asal Indonesia sebagai kopi termahal di dunia. Di New York, AS, seperti yang terekam dalam sebuah tayangan berita di CNN, secangkir kopi luwak dihargai 100 dollar AS atau hampir Rp 1 juta. Wow…!

Minggu, 10 Juli 2011

PANTAI SELALAU dan PANTAI TANJUNG SETIA

 
 
Pantai Selalau sangat ideal untuk menikmati matahari terbenam. Pantai ini adalah pantai yang landai dengan pasir putih. Di sini terdapat fasilitas akomodasi dengan arsitektur tradisional yang menyatu dengan alam pantai. Pantai Selalau terletak di desa Way Redak Krui, kabupaten Lampung Barat, berjarak sekitar 37 km dari Liwa.
 
 
 
PANTAI TANJUNG SETIA
Pantai Tanjung Setia terletak di desa Tanjung Setia, kecamatan Pesisir Selatan, dan berjarak sekitar 52 km dari kota Liwa ke arah Krui. Perpaduan nuansa biru laut dan biru langit dapat kita lihat di pantai ini. Temperatur udara rata-rata di kawasan pantai ini sekitar 29°C s.d. 33°C. Kegiatan wisata yang bisa dilakukan di sini antara lain berenang, menyelam, piknik, mengumpulkan kerang, berselancar, berperahu dan bersepeda menyusuri pantai.

Pantai ini menghadap langsung ke Samudera Hindia dan selama bulan tertentu yaitu April dan Oktober, ketinggian ombak mencapai 2 s.d. 4 meter dengan panjang sekitar 200 m. Pada musim seperti ini banyak wisatawan mancanegara yang khusus datang untuk berselancar. Tersedia cottage yang disediakan khusus untuk para surfer. Tempat ini terletak di Krui Kabupaten Lampung Barat, dapat dijangkau dengan perjalanan darat sejauh 273 km dari Bandar Lampung.
 
 
 

Rabu, 06 Juli 2011

Taman Wisata Lembah Hijau,LAMPUNG

  

Menyambut Visit Lampung Year 2009, pariwisata Lampung terus berbenah. Taman Wisata Lembah Hijau yang jadi andalan wisata alam buatan di kota Bandar Lampung, kini semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal, nasional, juga wisatawan mancanegara (wisman) mulai melirik lantaran ada taman satwa yang jadi titik perhatiannya. Taman wisata yang berlokasi di JI. Radin Imba Kesuma Ratu, Kampung Sukajadi, Kel. Sukadanaham, Kec. Tanjung Karang Barat, Bandar lampung, kini menjadi andalan bagi wisatawan yang berkunjung ke Lampung.
Apalagi, Provinsi Lampung secara geografis memiliki posisi strategis, sebagai pintu gerbang masuk dari Pulau Jawa ke Sumatera. Juga, warga Lampung yang butuh tempat rekreasi dan hiburan bernuasa lingkungan.
Fresh and Natural, demikian motto obyek taman wisata ini yang sejalan dengan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, aman dan alami. Karena itu, menariknya taman wisata ini merupakan perpaduan sebuah Taman Rekreasi pegunungan dan area satwa yang menempati suatu area berbukit, lembah serta sebuah sungai kecil berarus deras yang membelah kawasan wisata ini.
Ditambah berbagai fasilitas penunjang wisata di Lembah Hijau yang sangat lengkap, bervariasi seperti naik kuda, onta, rute jogging, tempat santai keluarga, kano, membuat wisatawan semakin enjoy dan betah menikmati musim liburan. “Keberadaan Lembah Hijau ini menjadi destinasi alternatif di Lampung, khususnya bagi wisata keluarga yang umumnya datang dari luar daerah,” ungkap Kasi Promosi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Provinsi Lampung, Nurmansyah.
Berbagai fasilitas mulai koleksi satwa-satwa sekaligus penangkarannya, bahkan hutan lindung dan catchment area sehingga kawasan ini berkonsep cagar alam, adat, budaya, dan objek wisata, yang komposisinya 80% areal alami terbuka dan 20% bangunan.
Selain itu, Lembah Hijau hadir dengan konsep wisata terpadu. Dalam satu area ini, wisatawan bisa merasakan beragam fasilitas yang menyenangkan, edukatif, dan refreshing. Di mana, tersedia kolam renang water boom dengan tower spiral setinggi 13 meter, panjang 60 meter, dan kolam torpedo 8 meter.
Water boom ini satu-satunya dilengkapi dengan water splash. Tidak hanya itu, Taman Wisata Lembah Hijau juga dilengkapi dengan outdoor activity untuk outbond, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak, serta restoran dan cottage. Juga dilengkapi taman flora dan fauna. Ini bisa dijadikan sebagai wahana pembelajaran anak dalam menggali jenis jenis satwa dan tumbuhan. Ada juga kebun herbal yang dilengkapi dengan pondok herbal.
Lembah Hijau yang seluas 30 hektar, dan baru 10 hektar yang telah dimanfaatkan akan terus berbenah dengan membangun berbagai fasilitas yang sangat dibutuhkan wisatawan. Dengan tujuan agar wisatawan tidak merasa jenuh berwisata di Lembah Hijau ini. Fasilitas tambahan yang kini sudah ada antara lain, paintball and airsoft gun area, racing games, juga rumah pohon bagi wisatawan yang ingin menginap.
 by Beguwai Jejama

Jumat, 24 Juni 2011

Sejarah Kain Tapis Lampung

   


       Kain Tapis merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung dalam menyelaraskan kehidupannya baik terhadap lingkungannya maupun Sang Pencipta Alam Semesta. Karena itu munculnya kain Tapis ini ditempuh melalui tahap-tahap waktu yang mengarah kepada kesempurnaan teknik tenunnya, maupun cara-cara memberikan ragam hias yang sesuai dengan perkembangan kebudayaan masyarakat. Menurut Van der Hoop disebutkan bahwa orang lampung telah menenun kain Brokat yang disebut Nampan (Tampan) dan kain Pelepai sejak abad II masehi. Motif kain ini ialah kait dan konci (Key and Rhomboid shape), pohon hayat dan bangunan yang berisikan roh manusia yang telah meninggal. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan serta bunga melati. Dikenal juga tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh. Hiasan-hiasan yang terdapat pada kain tenun Lampung juga memiliki unsur-unsur yang sama dengan ragam hias di daerah lain. Hal ini terlihat dari unsur-unsur pengaruh taradisi Neolithikum yang memang banyak ditemukan di Indonesia. Masuknya agama Islam di Lampung, ternyata juga memperkaya perkembangan kerajinan tapis ini. Walaupun unsur baru tersebut telah berpengaruh, unsur lama tetap dipertahankan. Adanya komunikasi dan lalu lintas antar kepulauan Indonesia sangat memungkinkan penduduknya mengembangkan suatu jaringan maritim. Dunia kemaritiman atau disebut dengan jaman bahari sudah mulai berkembang sejak jaman kerajaan Hindu Indonesia dan mencapai kejayaan pada masa pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan islam antara tahun 1500 1700.
Bermula dari latar belakang sejarah ini, imajinasi dan kreasi seniman pencipta jelas mempengaruhi hasil ciptaan yang mengambil ide-ide pada kehidupan sehari-hari yang berlangsung disekitar lingkungan seniman dimana ia tinggal. Penggunaan transportasi pelayaran saat itu dan alam lingkungan laut telah memberi ide penggunaan motif hias pada kain kapal. Ragam motif kapal pada kain kapal menunjukkan adanya keragaman bentuk dan konstruksi kapal yang digunakan. Dalam perkembangannya, ternyata tidak semua suku Lampung menggunakan Tapis sebagai sarana perlengkapan hidup. Diketahui suku Lampung yang umum memproduksi dan mengembangkan tenun Tapis adalah suku Lampung yang beradat Pepadun.

Bahan dan Peralatan Tenun Tapis Lampung
      
      Bahan Dasar Tapis Lampung : Kain tapis Lampung yang merupakan kerajinan tenun tradisional masyarakat Lampung ini dibuat dari benang katun dan benang emas. Benang katun adalah benang yang berasal dari bahan kapas dan digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kain tapis, sedangkan benang emas dipakai untuk membuat ragam hias pada tapis dengan sistim sulam. Pada tahun 1950, para pengrajin tapis masih menggunakan bahan hasil pengolahan sendiri, khususnya untuk bahan tenun. Proses pengolahannya menggunakan sistim ikat, sedangkan penggunaan benang emas telah dikenal sejak lama.
Bahan-bahan baku itu antara lain : • Khambak/kapas digunakan untuk membuat benang. • Kepompong ulat sutera untuk membuat benang sutera. • Pantis/lilin sarang lebah untuk meregangkan benang. • Akar serai wangi untuk pengawet benang. • Daun sirih untuk membuat warna kain tidak luntur. • Buah pinang muda, daun pacar, kulit kayu kejal untuk pewarna merah. • Kulit kayu salam, kulit kayu rambutan untuk pewarna hitam. • Kulit kayu mahoni atau kalit kayu durian untuk pewarna coklat. • Buah deduku atau daun talom untuk pewarna biru. • Kunyit dan kapur sirih untuk pewarna kuning.
Pada saat ini bahan-bahan tersebut diatas sudah jarang digunakan lagi, oleh karena pengganti bahan-bahan diatas tersebut sudah banyak diperdagangkan di pasaran. Peralatan Tenun kain Tapis : Proses pembuatan tenun kain tapis menggunakn peralatan-peralatan sebagai berikut : • Sesang yaitu alat untuk menyusun benang sebelum dipasang pada alat tenun. • Mattakh yaitu alat untuk menenun kain tapis yang terdiri dari bagian


Alat-alat : • Terikan (alat menggulung benang) • Cacap (alat untuk meletakkan alat-alat mettakh) • Belida (alat untuk merapatkan benang) • Kusuran (alat untuk menyusun benang dan memisahkan benang) • Apik (alat untuk menahan rentangan benang dan menggulung hasil tenunan) • Guyun (alat untuk mengatur benang) • Ijan atau Peneken (tunjangan kaki penenun) • Sekeli (alat untuk tempat gulungan benang pakan, yaitu benang yang dimasukkan melintang) • Terupong/Teropong (alat untuk memasukkan benang pakan ke tenunan) • Amben (alat penahan punggung penenun) • Tekang yaitu alat untuk merentangkan kain pada saat menyulam benang emas.

Rabu, 22 Juni 2011

Pesona Pantai Mutun ,LAMPUNG


Pantai Mutun in Lampung     Lampung mempunyai banyak tujuan wisata dimana salah satu tempat yang potensial untuk menjaring banyak wisatawan adalah wisata pantainya. Sebut saja misalnya pantai pasir putih dan pantai kalianda yang menjadi lokasi favorit wisatawan domestik dan selalu ramai dikunjungi warga lampung dan sekitarnya saat akhir pekan atau saat musim liburan tiba.
Selain kedua pantai tersebut, masih banyak sebetulnya pantai – pantai yang relatif masih perawan yang tidak kalah indah dari pantai kalianda dan pantai pasir putih itu. Salah satunya adalah pantai mutun yang terletak tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 20 - 30 menit untuk mencapai pantai ini dengan mengendarai mobil ataupun sepeda motor. Apalagi, jalan raya menuju kawasan ini terbilang mulus. Pemandangan sepanjang jalan menuju pantai mutun ini juga sayang untuk dilewatkan. Keindahan hijaunya pepohonan, sawah dan pegunungan dapat kita nikmati sepanjang perjalanan.

Sayang sekali, saat memasuki memasuki jalan setapak setelah kita mendapati plang sederhana bertuliskan “Pantai Mutun“, kita akan melewati jalan berbatu dan berdebu selama 5 - 10 menit. Hm, lagi – lagi kondisi infrastruktur kawasan wisata yang tidak mendukung. Anyway, untuk masuk ke Pantai Mutun dikenakan biaya sebesar Rp. 2500,- per orang dan Rp. 5000,- untuk mobil, yah cukup murah lah sebagai uang tiket tempat wisata.

Pantai MutunSetelah memarkir kendaraan ditempat yang telah disediakan, kita bisa menikmati suasana pantai dengan duduk di tempat berupa gubuk yang bisa disewa untuk istirahat. Hm, musti pintar nego untuk bisa menggunakan tempat tersebut. Suasana pantai disaat akhir pekan sangatlah padat, banyak orang yang menikmati pantai tersebut dengan berenang, untuk yang tidak bisa berenang bisa menyewa ban / pelampung atau melakukan olahraga air seperti bermain kano. Dengan biaya sewa sekitar Rp10 ribu - Rp20 ribu saja per kano, kita bisa menikmati olahraga ini selama satu jam. Banyak juga diantara pengunjung yang bersnokeling di laut sekitar pantai.
Menurut penulis, jika kita ingin menikmati pantai dan laut yang jauh lebih bersih dari pantai Mutun, kita bisa menyebrang ke pulau kecil diseberang pantai yang bernama pulau tangkil. Untuk menyeberang ke pulau tersebut banyak tersedia perahu yang siap mengantarkan kita, hanya dengan uang Rp. 5000,- kita akan diantarkan pulang pergi kepulau tersebut. Sesampainya di pulau tangkil, kita dapat meminta pemilik perahu untuk menjemput kita kembali di waktu yang kita tentukan.
Suasana di pulau tangkil ini jauh lebih indah dari pantai Mutun, pantainya lebih bersih dan suasananya tidak seramai suasana di pantai Mutun sehingga kita bisa lebih nyaman untuk berenang atau sekedar berjalan mengelilingi pantai di pulau itu. Namun hati – hati jika ingin berenang disini, karena di tempat – tempat tertentu banyak terdapat bulu babi. Kalo tidak berhati – hati, bisa terinjak. Di pulau itu juga terdapat gubuk yang bisa disewa untuk beristirahat dan ditengah pulau terdapat lokasi untuk melakukan games outbound.
Apabila kita ingin berkunjung ke Pantai Mutun pada hari libur, sebaiknya sudah berangkat sejak pagi atau tidak terlalu siang. Jika tidak pondokan yang ada sudah penuh oleh pengunjung.
Well, satu lagi lokasi wisata lampung yang sangat berpotensi untuk mendatangkan para wisatawan. Apalagi tentunya jika ditunjang oleh sarana, infrastruktur, dan media pemasaran yang baik dan efektif. Bagaimana pak gubernur ?
Ditulis oleh IK for http://wisatalampung.com

Daftar Pemain All Star ISL 2011

 
 
      Striker Arema Indonesia Yongki Aribowo masuk menggantikan ujung tombak Pelita Jaya Safee Sali dalam daftar 18 pemain yang terpilih masuk tim All Star pada Perang Bintang melawan Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Rabu [29/6].
Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy mengungkapkan, total pemilih yang berpartisipasi dalam polling Perang Bintang mencapai 7.624. Dari jumlah itu, kiper Arema Kurnia Meiga menempati posisi teratas.
       
      Menurut Tigor, awalnya Yongki tidak masuk ke dalam daftar pemain All Star. Namun, Safee tidak bisa tampil di laga melawan Persipura itu, karena harus memperkuat Malaysia dalam pertandingan putaran pertama kualifikasi Piala Dunia 2014 menghadapi China Taipe pada tanggal yang sama.
“Sebetulnya Safee masuk ke dalam pilihan penggemar ISL [Superliga]. Tapi karena dia harus memperkuat Malaysia di pra Piala Dunia, maka nama Yongki yang akhirnya masuk,” jelas Tigor.
     Dengan masuknya nama Yongki, maka Arema mempunyai wakil paling banyak di tim All Star, yakni lima pemain. Selain Kurnia Meiga dan Yongki, pemain Singo Edan lainnya Purwaka Yudi, Zulkifli Sukur dan Ahmad Bustomi.
Daftar Pemain All Star 2011:

1. Kurnia Meiga [Arema]
2. Ferry Rotinsulu [Sriwijaya FC]
3. Claudiano Alves [Sriwijaya FC]
4. Edi Hafid [Pelita Jaya]
5. Muhamad Roby [Persisam Samarinda]
6. Gunawan Dwi Cahyo [Sriwijaya FC]
7. David Pagbe [Semen Padang]
8. Purwaka Yudi [Arema]
9. M Nasuha [Persija Jakarta]
10. Zulkifli Syukur [Arema]
11. Ahmad Bustomi [Arema]
12. M Ridwan [Sriwijaya]
13. Miljan Radovic [Persib Bandung]
14. Ronald Fagundes [Persisam]
15. Bambang Pamungkas [Persija]
16. Cristian Gonzales [Persib]
17. Aldo Baretto [Persiba]
18. Yongki Aribowo [Arema]

Giovani van Bronckhorst tiba di Indonesia

   
Jakarta Selasa (21/6/2011) pagi ini Giovani van Bronckhorst tiba di Indonesia. Meski mengantongi paspor Belanda, kedatangan Gio ke tanah air selayaknya kepulangan dia ke rumahnya yang kedua.
Pesawat yang membawa Van Bronckhorst dijadwalkan akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa pagi ini pukul 08.40 WIB. Kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 itu berkunjung ke Indonesia untuk melakukan serangkaian aktivitas mulai dari aksi sosial hingga berpartisipasi di ajang Starbol.
Lahir di Rotterdam, Belanda, pada 5 Februari 1975, Van Bronckhorst langsung mengantongi kewarganegaraan Belanda. Namun begitu, darah Indonesia kental mengalir dalam tubuhnya mengingat kedua orang tuanya yang asal Indonesia.
Ayahnya, Victor van Bronckhorst, adalah pria berdarah campuran Indonesia-Belanda. Sementara itu ibunya, bernama asli Fransien Sapulette, adalah wanita yang asli berasal dari Maluku.
Van Bronckhorst dijadwalkan akan berada di Indonesia mulai tanggal 22 hingga 25 Juni mendatang. Di hari pertamanya ini mantan bek Barcelona dan Arsenal itu akan langsung menuju Hotel Grand Hyatt setelah pesawatnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
Beberapa kegiatan yang akan dilakukan Van Bronckhorst di antaranya adalah di Stadion GBK dan acara dengan penggemar yang menurut rencana dilangsungkan di Blitz Megaplex.
Pada Rabu (22/6/2011) besok pria 36 tahun itu juga direncanakan akan ikut bermain dalam pertandingan Starbol, sebuah laga yang mempertemukan pemain lokal menghadapi pemain asing yang berlaga di ISL dan LPI. Belum diketahui berapa lama Van Bronckhorst akan bermain dalam laga tersebut, namun dipastikan dia bergabung di tim International Star yang ditangani oleh Jacksen F Tiago (pelatih Persipura Jayapura).
Kegaiatan sosial bisa dibilang menjadi misi utama kedatangan pemilik 106 caps dan sumbangan enam gol buat Belanda itu. Kedatangan Van Bronckhorst ke Indonesia ini punya tajuk amal yakni Giovanni van Bronckhorst @ all childern of Indonesia
Gio, begitu Van Bronckhorst biasa dipanggil, berencana membuat sebuah sekolah sepakbola yang bukan sekadar SSB. Mereka yang rencananya akan berlatih di sana adalah anak-anak yang tidak mampu dan akan dilatih dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan potensi mereka. Dia juga akan menjadi pesepakbola Eropa pertama yang mendirikan yayasan di Indonesia dengan nama Giovanni van Bronckhorst Foundation.
Sementara di hari Jumat (24/6/2011) mendatang Van Brockhorst akan melakukan lelang amal di Jakarta, nantinya seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendirikan yayasan tersebut. Rencananya, akan ada beberapa memorabilia dari sang pemain, termasuk kostum Belanda yang dipakainya di Piala Dunia 2010, yang akan dilelang.
Beberapa kostum dari pemain yang sempat bertukar kaos dengannya pun dikabarkan juga akan dilelang pada acara yang akan berlangsung di Hotel Kempinsky tersebut.